Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI. Sebelum saya memberikan opini "Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI" akan saya jelaskan dulu apa itu DPD, bagaimana peran DPD dalam mengembangkan daerah propinsi untuk kemajuannya dalam rangka menuju ke arah globalisasi serta untuk kemajuan bangsa.

DPD adalah Dewan Perwakilan Daerah yang merupakan lembaga tinggi negara dan fungsinya sebagai wadah aspirasi masyarakat di daerah berkaitan dengan Otonomi daerah, penggabungan daerah, pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi lainnya, perimbangan keuangan pusat dan daerah yang nantinya akan dijadikan RUU dan diajukan ke DPR untuk diolah menjadi Undang-Undang. Anggota DPD dipilih melalui sistem pemilihan umum dan diambil dari setiap propinsi.

Menjadi Anggota DPD RI adalah tugas berat yang sangat mulia karena harus mengemban amanah dan kepercayaan masyarakat banyak.

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI
Menjalankan tugas sebagai Anggota DPD RI memang tidak semudah membalikkan telapak tangan karena ini berkaitan dengan nasib/kesejahteraan masyarakat banyak yang ada di bawah. Banyak Anggota DPD yang gagal melaksanakan tugas dan amanahnya karena kurangnya komunikasi dengan masyarakat yang ada di wilayah yang diwakilinya.

Belum pernah terbenak di pikiranku untuk menjadi Anggota DPD RI yang terhormat tapi khusus diposting kali ini saya ingin berbagi pendapat saja dengan semua masyarakat dengan memposisikan diri Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI. Mungkin melalui artikel ini ada sebagian pendapat saya yang bisa menjadi perhatian Anggota DPD RI untuk kemajuan wilayah di masing-masing propinsi.

Pertama kali yang menjadi pemikiran saya Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI adalah dengan meningkatkan dan menyetarakan kualitas pendidikan di Pesantren dengan pendidikan formal berjenjang. Ini karena didaerah saya banyak sekali pesantren yang sistem pendidikan dan kurikulumnya masih sangat tradisional. Menurut saya pesantren mempunyai dasar pendidikan yang bagus dengan mengutamakan akhlak, budi pekerti, adab kesopanan bersosialisasi, dan masih banyak lagi yang fokusnya adalah menciptakan manusia yang berkepribadian luhur. Dengan dasar-dasar tersebut apabila sistem dan kurikulum pendidikan pesantren disetarakan dan ditambah dengan pendidikan formal pastilah nantinya akan terlahir penerus pejuang yang bermartabat dan berbudi luhur untuk kemajuan bangsa. Banyak tokoh besar yang memperjuangkan bangsa ini terlahir dari pesantren seperti KH. Hasyim As’ary, KH. Ahmad Dahlan, KH. Mas Mansyur, KH. Wachid Hasyim, KH. Agus Salim, KH Muchammad Natsir dan banyak tokoh lainnya.

Poin yang kedua Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang luas untuk masyarakat. Masalah kurangnya lapangan kerja Ini juga menjadi masalah serius yang perlu penanganan khusus. Setiap tahun jumlah orang yang lulus dari institusi pendidikan semakin banyak. Baik mereka yang berasal dari perguruan tinggi dengan jenjang diploma/sarjana, maupun tenaga terampil yang berasal dari sekolah menengah kejuruan tapi tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai akibatnya pengangguran dimana-mana. Dan tentu akibat dari penggangguran tersebut akan menimbulkan masalah-masalah tidak cuma di bidang ekonomi, tapi juga masalah lain di bidang sosial, seperti kemiskinan dan kerawanan sosial.

Poin ketiga adalah menyediakan sarana prasarana seperti energi listrik, kemudahan transportasi, telekomunikasi, dan sarana perdagangan.

Itulah tiga poin langkah pertama yang akan saya lakukan untuk menciptakan serta mengembangkan daerah untuk kemajuan bangsa Indonesia Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI. Apa pendatmu seandainya menjadi Anggota DPD RI?

Kalau menurut Sobat artikel ini bermanfaat sebarkan dengan mengklik tombol ini

Download Mp3 GRATIS!!

1 komentar:

orang maros bisa tonji said...

wah... goodluck ya kontesnya... salam kenal....

Post a Comment


h4sn4

    Follow me on Twitter
    Berita Unik dan Hot | Mp3 Video Music | Beauty and Health | Tips trik Blog