Wednesday, 28 November 2018

Tips Mengelola Cash Flow lebih Efektif dan Efisien

mengelola cashflow dengan benar

Mengatur keuangan dalam sebuah perusahaan sangat diharuskan untuk memantau aktifitas keuangan yang terjadi di sebuah perusahaan entah itu perusahaan dengan skala kecil maupun perusahaan yang sudah profesional sekalipun. Begitu juga dengan manajemen keuangan rumah tangga juga menjadi sangat perlu ketika kita sering menghadapi masalah-masalah keuangan seperti berikut :

Pernah ngerasa...
  • Uang di ATM cuma Numpang Lewat doang?
  • Usaha untung tapi selalu Habis tiap bulan? Bahkan minus?!
  • Sudah berusaha berhemat tapi tetap Gak Punya Tabungan?

Mengelola Cash Flow lebih Efektif dan Efisien


Mudah-mudahan tips Cara Mengatur Cash Flow ini bermanfaat untuk Anda. Saya sendiri waktu awal usaha dulu juga gitu, sebulan harusnya untung 5 jutaan... tapi tiap habis gaji karyawan, kok LUDES... haha, waduuh! Tapi alhamdulillah, dengan memperbaiki pengaturan keuangan (cashflow) akhirnya bisa punya tabungan.

Karena kemarin banyak yang tanya tentang cashflow, Saya mau share berdasarkan pengalaman saya buat yang masih ngalamin masalah seperti diatas. Begini tipsnya:

Baca juga : Pentingnya SEO untuk Membangun Bisnis Online

  1. Catat arus uang di perusahaanmu, mulai gunakan buku fisik trus nanti kalau sudah besar arusnya mulai gunakan MS Excel. Kalau sudah besar banget silahkan gunakan software akuntansi.

  2. Pastikan usahamu Untung, maksudnya adalah ada keuntungan/profit yang bisa dicairkan. Jangan terus-terusan diputer jadi modal. Pertama pisahkan antara belanja modal beserta anggaran pengembangan usaha dan profit. Profit inilah yang menjadi penghasilanmu. Profit yang didapat Jangan Langsung Dimakan (kecuali darurat), tapi ditumpuk dulu untuk pengeluaran bulan depan. Misal untung kotor perusahaanmu 20 juta, maka anggarkan untuk usahamu misal 10 juta, dan 10 juta lagi sebagai profit/penghasilanmu.

  3. Catat Pengeluaran Rutin, seperti bayar listrik, air, gas, pulsa, makan, bayar kontrakan/cicilan, dan kebutuhan lainnya. Utamakan profit usaha yang kamu dapatkan di bulan kemarin untuk membayar kebutuhan rutin tersebut. Nah apakah masih tersisa? Seharusnya pengeluaran rutin tidak lebih dari 50% pendapatan kita, jika kurang gimana dong? Nah kalo gitu perlu tingkatkan lagi pendapatannya.

  4. Alokasikan uang untuk Sedekah/Infaq/Wakaf/Ilmu. Kita gak cuma hidup di dunia saja, tapi Masa Depan di akhirat juga harus direncanakan. Anggarkan sesuai keikhlasan saja, kalo saran saya anggarkanlah minimal 10%. Anggaran ini bisa dibagi-bagi misal untuk sedekah ke anak-istri (diluar kebutuhan pokok) berapa, sedekah ke orang miskin berapa, sedekah ke kerabat dekat berapa, infak ke masjid berapa, beli buku berapa, ikut kursus tahsin quran berapa, dst.

  5. Penghasilan setiap bulan harus ada yang Ditabung. Langsung tabung di awal, kalo di akhir nanti bakal gak ada yang tersisa... gak percaya? Coba aja. Trus pisahkan rekening tabungan dengan rekening usaha, kalo nyampur nanti bakal gak karu-karuan mana uang usaha mana uang pribadi. Kalo saran saya tabunglah minimal 20% dari penghasilanmu.

  6. Anggarkan uang untuk Kesehatan dan Refreshing. Kan percuma juga kalo uang banyak tapi gak sehat. Anggaran ini bisa buat beli madu (yang asli ya), habbatussauda, bekam, herbal lain, kosmetik istri (yang aman), jalan-jalan, naik gunung, dll. Jangan dihabiskan, sisihkan juga siapa tahu bakal sakit, jadi ada uang untuk berobat ke dokter. Saran saya untuk hal ini, anggarkan 10% dari penghasilanmu.

  7. Selain kebutuhan, kita juga punya Keinginan. Pengen ini, pengen itu, banyak sekali... mau beli gadget baru, laptop baru, baju baru, cincin baru, wajan baru, sofa baru, kulkas baru, dan seterusnya... masya Allah. Keinginan ini harus dikasih anggaran juga. Jangan dihilangkan, jangan dibebaskan juga... ntar bisa kebablasan. Anggarkanlah 10% untuk hal ini, tapi jika penghasilanmu besar mungkin 5% sudah cukup.

Nah begitulah pengaturan keuangan yang menurut saya sangat bagus untuk dijalankan sebagai usaha meningkatkan ekonomi keluarga dan perusahaan. Banyak mastah-mastah diluar sana yang tentu lebih pintar lagi dalam mengatur cahsflow ini. Tapi tetap kita sendiri yang tahu kondisi keuangan kita, jadi besarnya persenan bebas untuk kita kutak-katik.

Yang penting diatur, jangan dibebaskan, kalau uang tidak diatur maka berapa saja penghasilan kita akan Habis. Biasanya kalau usaha tapi gak ada cashnya, akan membuat kita jadi gak semangat, misal sudah usaha 2 tahun tapi gak punya tabungan. Jangan sampe nanti malah tergoda asuransi dan deposito bank yang jelas diharamkan dalam islam, ngeRIBAnget...

Jadi kesimpulannya, pendapatan kita, harus dipisahkan antara untuk budget pengembangan perusahaan dan budget pribadi.

Baca juga : Mau Sukses Bisnis Adsense? Jangan Lakukan Ini

Setelah dipisah, budget pribadi harus dipilah-pilah lagi, agar tidak makan enak di awal bulan tapi sakit magh di akhir bulan.

Misalnya:
40% ditabung
10% sedekah
10% kesehatan
30% konsumsi rutin
10% keinginan
.
Oh ya, sebaiknya dipisah masing-masing anggaran dalam amplop, bahkan dari anggaran terkecil sekalipun.

Misal:
  • Anggaran belanja makan taruh di amplop makan
  • Anggaran susu anak taruh di amplop susu anak
  • Anggaran pulsa taruh di amplop, pulsa
  • Anggaran bayar listrik, air, dll masuk ke amplopnya masing-masing
  • Dan seterusnya...

Manfaatnya?
Pengeluaran akan lebih terkontrol, Jadi gak ada cerita kehabisan uang utk pengeluaran rutin gara-gara kebanyakan jajan.

Semoga artikel Cara Mengelola Cash Flow ini membantu anda mengatur keuangan perusahaan dan keluarga dengan benar.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments

Mohon komentar yang relevan dengan tema artikel, komentar SPAM, Live link tidak akan muncul..!!