Sunday, 24 February 2019

Strategi Membuat Proposal Penawaran Kerjasama Bisnis Properti

Proposal Membangun Bisnis Properti

Membuat Proposal Kerjasama Bisnis Properti. Bisnis properti saat ini memang menjadi ladang emas bagi pengusaha developer yang keuntungannnya sangat menggiurkan. Banyak pengusaha yang beralih atau membuka cabang bisnis baru di bidang properti karena dinilai bisnis properti mempunyai pasar yang sangat bagus. Sudah banyak perusahaan developer yang sukses di Indonesia dengan membangun proyek-proyek perumahan elite atau rusun seperti agung podomoro, lippo, dll.

Namun kadangkala soal dana menjadi kendala yang serius bagi para pengusaha developer untuk menciptakan atau menangani mega proyek terutama mereka yang masih pemula dalam membangun bisnis propertinya. Dan bisa jadi kendala tersebut menjadikan seorang pengusaha developer putus asa sampai akhirnya berhenti sampai disini kalo tidak mau dikatakan gulung tikar.

Mencari Suntikan Dana


Kalo kita sebagai pengusaha developer mengalami kendala demikian tentu harus dicari solusi yang baik agar kita bisa keluar dari masalah tersebut. Mencari suntikan dana dari berbagai sumber bisa menjadi solusi tepat untuk memenuhi semua anggaran proyek perusahaan agar bisnis properti tetap bisa berjalan dengan baik.

Membuat penawaran kerjasama dengan banyak investor masuk menjadi solusi yang bagus dalam rangka memajukan bisnis developer karena menjalin kerjasama dengan investor tidak membutuhkan jaminan dalam segi pembiayaan proyek. Tapi kadangkala masih ada perusahaan developer yang kurang paham mengenai cara membuat proposal yang benar, terlebih selama ini mereka malah banyak mempelajari cara yang keliru dalam membuat proposal dan tidak sesuai dengan keinginan para investor.

Cara Membuat Proposal Kerjasama dengan Benar


proposal kerjasama bisnis properti

Untuk para developer yang kurang memahami cara membuat proposal kerjasama bisnis properti yang benar, pahami 3 tips berikut yang bisa dijadikan petunjuk:

1. Tingkat Kepercayaan (Trust)


Trust merupakan tingkat kepercayaan investor kepada developer. Untuk perusahaan pengembang yang sudah memiliki nama besar dan kredibilitas yang bagus untuk menarik minat para investor agar masuk ke dalam perusahaannya tentu tidaklah sulit. Karena tentunya para investor sudah mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi kepada perusahaan pengembang tersebut. Lebih-lebih tingkat pengalaman mereka dalam menangani proyek-proyek besar sudah teruji. 

Namun tidak demikian halnya untuk perusahaan developer yang masih dalam level menengah kebawah atau bahkan mungkin baru merintis karirnya, sangat sulit untuk mendapatkan investor karena belum terbangun kepercayaan mereka. Untuk itu, bagi perusahaan pengembang yang masih dalam taraf merintis karir bisa mengutamakan proposalnya kepada investor yang sudah pernah terjalin komunikasi dulu atau sudah dikenal, lebih baik lagi kalo mereka sudah tahu kinerja Anda.

2. Tingkat Keamanan (Safety)


Safety berkaitan dengan tingkat keamanan dana yang diinvestasikan. Bagi semua perusahaan pengembang tentu wajib memahami tingkat keamanan dana yang diinvestasikan ke perusahaan Anda karena sudah pasti developer sangat tahu bahwa investor manapun akan lebih memilih tempat berinvestasi yang aman.

Itu sebabnya dalam proposal kerjasama bisnis properti selalu ada bab yang menyatakan penjelasan tentang prospek dari proyek properti yang dibangun dan juga bagaimana daya serap pasar terhadap properti yang ditawarkan tersebut.


3. Tingkat Keuntungan (Profitability)


Profitability berkaitan dengan keuntungan yang didapatkan dari dana yang diinvestasikan. Pada umumnya pasti para investor ingin mencari penawaran yang menarik dari proposal yang ditawarkan oleh pengembang, jadi itu merupakan salah satu tantangan buat perusahaan pengembang untuk menjawab mereka dengan penawaran keuntungan yang bagus. Tentunya semakin tinggi keuntungan yang bisa diperoleh para investor, mereka akan semakin tertarik dengan proposal yang Anda ajukan, namun perihal perjanjian keuntungan harus masih dalam taraf kewajaran. Biasanya penawaran pembagian keuntungan yang tidak wajar malah akan membuat investor berpikir 2 kali untuk menerima pengajuan proposal kerjasama perusahaan Anda dan bisa jadi ini malah menjadi point tidak bagus dalam hal kepercayaan investor.

Buat Proposal Mudah Dipahami


Banyak proposal kerjasama bisnis properti yang mempunyai halaman yang sangat tebal bahkan hampir mencapai 50 halaman lebih. Mungkin bagi sebagian developer ini bagus karena agar bisa memberikan penjelasan semua perjanjian kerjasama mereka secara lebih terperinci.

Memang itu ada benarnya juga, tapi yang perlu diingat bahwa investor bukanlah sebuah lembaga pendidikan yang mempunyai waktu banyak untuk membaca dan memahami proposal Anda. Seringkali yang terjadi malah sebaliknya, mereka para investor malah pusing duluan ketika melihat proposal yang Anda ajukan terlalu tebal apalagi membacanya.

Tebal tipisnya sebuah proposal bukan merupakan jaminan apakah proposal yang Anda ajukan diterima atau tidak, itu tergantung penilaian dari investor tersebut. Yang terpenting adalah isi dari proposal kerjasama tersebut jelas dalam merepresentasikan proyek yang akan dibangun dan bagaimana sistem kerjasamanya. Jadi untuk menuangkan isi dari proposal kerjasama tersebut umumnya tidak lebih dari 20 halaman agar pihak investor tidak memerlukan waktu banyak untuk memutuskan pengajuan kerjasama tersebut justru semakin singkat investor memahami proposal Anda itu semakin baik.

Terstruktur


Proposal yang baik memiliki uraian secara terstruktur meliputi penjelasan melalui Executive Summary yang berisi tentang lokasi proyek, luas, siteplan, besaran modal jangka waktu, proyeksi keutungan dan kerugian, bagi hasil serta rancangan desain promosi.

Kemudian Anda bisa membuat penjelasan proposal yang mudah dipelajari meliputi: Latar Belakang, Aspek Pemasaran, Rencana Anggaran Biaya dan Analisis Finansial serta Jangka Waktu dan Pengelolaan Proyek. Namun adakalanya penjelasan tersebut dibuat berdasarkan penekanan yang berbeda sesuai kebutuhan dari developer jadi sifatnya tidak mutlak .

Pada intinya proposal kerjasama bisnis properti ini harus mempunyai gambaran yang jelas bagaimana kondisi proyek yang akan dibangun dan sistem kerjasama yang akan dibuat antara pengembang dan investor. Penting juga untuk memberikan gambar secara detil dan jelas dengan sajian waktu yang singkat.

Itu sedikit tips membuat proposal kerjasama bisnis properti, mungkin dari membaca tips tersebut bisa menjadikan wacana dalam fikiran Anda tentang bisnis properti ini terbuka secara gamblang dan luas. Salam sukses....

Friday, 22 February 2019

Sumber Listing sebagai Aset Bisnis Properti Broker Profesional


Aset Bisnis Properti Broker Profesional

Aset Bisnis Properti Broker Profesional. Setelah kemaren sempat memberikan informasi mengenai Cara Bisnis Properti Tanpa Modal dengan mengandalkan informasi properti dari lingkungan dekat, kali ini saya ingin memberikan informasi yang masih berkaitan dengan cara mencari sumber listing yang bagus dan potensial untuk dijadikan aset bisnis properti Anda.

Apa itu sumber listing?

Untuk menjadi pelaku bisnis properti atau broker properti yang handal tentunya Anda harus mempunyai stok properti yang banyak untuk dijual atau dalam bahasa broker properti lazim di sebut Listingan. Hal ini untuk melancarkan Anda dalam mmemberikan informasi secara lebih detil dan memberikan rasa nyaman calon pembeli ketika mereka bertanya mengenai properti yang ingin mereka cari. Semakin banyak listingan yang Anda update, maka kemungkinan besar properti yang Anda jual juga semakin besar peluangnya untuk bisa laku, disamping cara anda melayani konsumen juga berpengaruh terhadap terjadinya penjualan.

Disini yang perlu Anda ketahui ketika menjadi broker properti bahwa bisnis Anda ini termasuk kategori menjual jasa, jadi kepuasan konsumen sudah menjadi faktor utama untuk memperoleh kepercayaan masyarakat. Jika konsumen puas dengan pelayanan anda, maka mereka akan ingat kembali kepada anda jika ada saudara atau kenalan mereka membutuhkan jasa broker property.

Rekomendasi seperti ini sangat hebat pengaruhnya terhadap terjadinya penjualan properti Anda, karena mereka sudah merasa percaya dengan Anda. Opini mereka sudah terbentuk dengan adanya rekomendasi dari teman atau saudaranya tentang anda.

Lantas darimana saja sumber listing yang harus diketahui untuk membentuk bisnis properti kita lebih berkembang pesat? Mungkin informasi berikut bisa memberikan gambaran dari mana saja sumber listing yang bisa kita gali lebih jauh.

Aset Bisnis Properti Broker Profesional


1. Keluarga dan Teman dari Keluarga


Kenapa sumber listing dari keluarga ini saya urutkan paling atas?
Karena sumber listing dari keluarga inilah yang paling mudah urusannya, dan juga lebih mudah menggali informasi properti yang ingin dijual melalui jasa broker Anda.


Dan satu hal lagi anda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk meyakinkan sang pemilik properti untuk menjual propertinya melalui jasa broker Anda karena dalam hubungan kelurga merupakan hubungan paling dekat dan hubungannya sudah terjalin lama dan tentu rasa saling percaya sudah tumbuh sejak bertahun-tahun lalu.

Keluarga bisa jadi orang yang memiliki hubungan kekerabatan atau bisa juga orang lain yang masuk dalam keluarga kita, bisa teman dari salah satu anggota keluarga kita.

2. Sumber Listing dari Teman


Sumber listing ini hampir sama dengan listing keluarga karena juga masih agak mudah untuk di follow up.  Kalo ditelusuri secara lebih mendalam sebenarnya untuk sumber listing ini sangat luas sekali jangkauannya karena listing dari teman bisa jadi tidak cuma teman sekampung tapi bisa juga teman sekolah SD, SMP, SMA, teman kuliah dan tidak menutup kemungkinan teman kenalan. Kenalan sendiri bisa dicari lebih jauh keberadaannya, bisa kenalan dari satu hobi, kenalan organisasi dll.

3. Lingkungan Sekitar


Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa tidak harus saling berinteraksi dengan manusia lain di lingkungan sekitar. Dan biasanya dengan interaksi akan muncul informasi-informasi dari sebuah obrolan yang tidak jarang dari sekedar obrolan tersebut akan memunculkan informasi properti yang bisa Anda tindaklanjuti.

4. Notaris PPAT


Mungkin menurut Anda notaris PPAT hanya sekedar melayani proses pembuatan akta jual beli tanah aja. Anda salah justru dengan menjalin hubungan dengan Notaris dan PPAT, anda bisa memperoleh informasi properti yang valid dan bisa dijadikan aset untuk listing bisnis properti Anda. Dari mereka informasi yang Anda peroleh mengenai properti yang ingin dijual biasanya malah lebih jelas dan lengkap mengenai harga, status properti, dll.

5. Developer Properti


Sumber listing dari developer juga merupakan salah satu yang mudah untuk ditindaklanjuti. Seperti yang sudah saya jelaskan di artikel Langkah Mudah Bisnis Properti, Anda bisa datang secara langsung untuk bergabung atau mengajukan kerjasama kepada pihak developer untuk memasarkan propertinya. Memang biasanya developer sudah mempunyai tenaga marketing, namun sebenarnya mereka sangat terbuka untuk menerima kerjasama dari broker lain untuk memasarkan produk propertinya dengan sebuah perjanjian tertentu.

6. Sumber Listing dari Sesama Broker


Sudah sangat lazim ketika seorang broker bekerjasama dengan broker lain untuk memasarkan sebuah properti, yang dalam istilah property dikenal dengan co-broking. Dua broker yang menjalin co-broking biasanya adalah broker dari pihak penjual dan broker dari pihak pembeli dan pada umumnya komisi yang mereka dapatkan akan dibagi sama besar atau bisa juga sesuai perjanjian sebelumnya.

7. Sumber Listing dari Bank


Bagi seorang broker properti ada keuntungan tersendiri ketika mereka bisa menjalin hubungan atau berkenalan dengan orang yang bekerja di bank. Biasanya listing dari bank berkaitan dengan adanya properti yang akan dilelang karena kredit macet. Informasi seperti ini sangat berharga karena kemungkinan kita akan memperoleh harga yang bagus.

Dalam proses ini biasanya terjadi kerjasama win-win antara professional broker dan bank sebagai pemegang jaminan, karena pada dasarnya bank lebih suka kredit macet secepatnya diselesaikan.

Salah satunya adalah dengan cara menjual jaminan tanpa melalui lelang yang menjadi penyelesaian akhirnya.

Karena jika penyelesaian dengan lelang, maka akan ada sederet proses yang memakan waktu, karena sebenarnya kepentingan bank hanyalah hutang segera dilunasi.

Itulah beberapa sumber listing yang bisa dicari untuk dijadikan aset bisnis properti Anda, banyak sekali sumber listing yang bisa Anda cari untuk dijadikan ladang bisnis properti Anda. Mulailah menggali informasi tentang properti dari yang mudah dulu seperti keluarga dan teman-teman anda.

Bersikaplah bahwa kamu adalah seorang broker profesional dan itu akan menumbuhkan kepercayaan orang lain dan menanmkannya ke memori otak mereka.

Terima kasih sudah berkunjung dan menjadi pembaca yang baik di blog panduan bisnis online, semoga isi dari artikel disini bermanfaat untuk anda semua.

Tuesday, 19 February 2019

4 Langkah Mudah Bisnis Properti Tanpa Modal

Rahasia Bisnis Properti Tanpa Modal

Rahasia Bisnis Properti Tanpa Modal. Saat ini menjadi pelaku bisnis properti memang dianggap paling menguntungkan, bayangkan saja keuntungan dari bisnis ini bisa mencapai 90% lebih dari biaya modal awal. Tapi banyak orang masih mengalami keraguan saat ingin terjun di dunia bisnis properti ini karena terkendala oleh faktor modal yang cukup besar.

Apakah benar modal menjadi halangan untuk bisa menjadi pebisnis dibidang properti?

Mungkin Anda termasuk salah satu dari yang ragu untuk terjun di dunia bisnis properti karena menurut Anda bisnis properti memang membutuhkan modal sangat besar?

Artikel berikut ini akan menjelaskan secara detil apakah bisnis properti ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai modal besar saja atau bisa juga dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai modal sama sekali.

Memang secara umum para pelaku bisnis properti sebagian besar hanya digeluti oleh mereka yang dari segi finasial sudah cukup kuat tapi mungkinkah kita yang tanpa modal bisa memulai bisnis properti? Jawaban saya sangat bisa dan ini sudah saya praktekkan beberapa tahun yang lalu dan hasilnya memang sangat tidak saya duga.

Menghasilkan puluhan juta bahkan ratusan juta dalam bisnis properti itu sudah biasa dan itulah yang menjadi semangat para pebisnis untuk secara optimal terjun di bisnis ini.

Untuk menggeluti bisnis properti ini yang dibutuhkan adalah kemampuan Anda dalam berkomunikasi dan mengambil hati para calon customer secara persuasif. Selain itu Anda juga harus pandai menganalisa calon pembeli, rumah dan lokasi yang strategis untuk menunjang kelancaran dan kemudahan dalam bisnis properti ini.

Lantas apalagi langkah-langkah untuk memulai bisnis properti yang bisa dijalankan oleh orang-orang yang tidak mempunyai modal besar atau bahkan tanpa modal sama sekali? OK silahkan baca cara mudah bisnis properti tanpa modal yang akan saya sampaikan berikut ini.

Rahasia Bisnis Properti Tanpa Modal


Ada beberapa tips mudah bisnis properti tanpa modal yang perlu dijalankan langkah demi langkahnya agar hasil yang diperoleh bisa semaksimal mungkin dan tidak mengecewakan karena udah capek-capek promosi sana sini tapi tidak kunjung ada pembeli yang masuk.

1. Mempelajari Lingkungan Anda


Artinya mulailah kamu mengamati dan mendata siapa-siapa saja diantara teman-temanmu di lingkungan kerja, teman di kampung, atau keluarga/sodara yang berpotensi membutuhkan properti berupa tempat tinggal. Carilah keluarga, teman dekat yang sekirannya sudah mempunyai penghasilan tetap tapi belum mempunyaii tempat tinggal atau bisa juga ditawarkan ke rekan satu perusahaan yang sudah mapan dari segi finansial dan ingin berinvestasi di bidang properti.

Buatlah jadwal sederhana agar bisa melakukan kencan bisnis serta meluangkan waktu bertemu dengan mereka dalam sebuah percakapan ringan. Buatlah  janji di tempat-tempat santai bisa di cofee shop atau bisa juga dirumah untuk bersilaturohim dengan mereka.


Mulailah dengan pembicaraan yang ringan-ringan dulu seperti tanya kabar atau reuni masa lalu, jangan langsung kearah pembicaraan bisnis atau promosi. Carilah dulu informasi sebanyak-banyaknya mengenai orang-orang yang sudah masuk dalam data kamu secara lebih mendalam, buat kesimpulan apakah sudah tepat menawarkan bisnis anda ke mereka. Setelah proses ini kamu bisa menentukan kembali apakah calon pembeli bisa dijadwal ulang untuk pertemuan berikutnya dan kamu bisa menawarkannya ke mereka.

2. Mencari Properti Yang Mau Dijual


OK setelah Anda menjalankan langkah-langkah diatas sekarang waktunya mencari properti yang mau dijual.

Dulu sewaktu awal-awalnya menggeluti bisnis ini, saya hanya memanfaatkan lingkungan rumah saya yang kebetulan lahan persawahan luas yang dijadikan area perumahan. Waktu itu saya menjalin kerja sama dengan salah satu keluarga yang kebetulan sudah lebih dulu menggeluti bisnis properti ini.

Awal memulainya saya di bisnis ini dengan langsung menghubungi ke lokasi kantor-kantor pemasaran yang ada disitu yang kebetulan sudah ada 7 kantor yang sudah mulai mempromosikannya. Dari 7 kantor pemasaran rata-rata mereka sangat 'welcome' dengan orang-orang yang ingin bergabung dengan perusahaannya untuk mempromosikan unit perumahannya. Setelah pihak kantor pemasaran sudah oke, kamu bisa tanya-tanya perihal yang berkaitan dengan data perumahan tersebut, tanyakan secara detil biar nanti saat Anda menjelaskan ke customer tidak bingung. Tanyakan juga sistem komisinya gimana, biar tidak ada kesalahpahaman ke depannya.

Kalo diaerah anda tidak ada proyek perumahan, mungkin anda juga bisa menghubungi tetangga atau orang terdekat yang kebetulan mau menjual rumahnya. Anda bisa menawarkan jasa untuk membantu mempromosikan/menjualkan rumahnya kepada rekan/tetangga anda yang sedang mencari rumah. Kalo si penjual berminat dengan tawaran Anda, Anda bisa menanyakan perihal luas tanah, sertifikat, luas bangunan, dll. Jangan lupa tanyakan juga sistem komisinya biar nanti tidak ada kesalah-pahaman antara penjual, kamu sendiri dan pembeli.

3. Manfaatkan Sosial Media untuk Promosi Bisnis


Pada era teknologi internet ini semua orang pasti memanfaatkan internet untuk mencari semua informasi baik itu berita online atau bahkan membeli sesuatu juga bisa melalui internet. Lihat aja saat ini, kalo Anda memiliki akun facebook banyak toko online seperti shopee, lazada dll memanfaatkan facebook untuk promosi dagangannya yang lewat di beranda facebook kita. Belum lagi teman-teman facebook kita yang juga banyak memanfaatkan akun facebooknya untuk promosi dagangannya.

Ada banyak tips mengenai cara jualan di facebook, mungkin Anda bisa mempelajari tips sukses jualan di facebook DI SINI.

Kenapa harus promosi bisnis properti di sosial media?

Yang jelas mempromosikan bisnis kita di akun-akun sosial media sangat efektif dan hemat biaya, bahkan sekali tekan tombol klik, teman kita yang ada di luar kota pun bisa melihat dagangan yang kita tawarkan, itulah kehebatan promosi bisnis properti di internet.

Perluas jaringan kita dengan mempromosikan bisnis properti ke semua sosial media lain seperti instagram, line, whatsapp, twitter, linkedin dll. Gabung juga di portal-portal jual beli online seperti olx, tokopedia dll.

4. Konsisten dan Fokus


Semua bisnis apa saja yang kita geluti, faktor ini harus sangat ditekankan ke dalam diri kita agar memicu semangat dan tidak mudah putus asa, apa itu? Konsisten dan Fokus.

Mungkin Anda juga setuju kalo saya katakan bahwa Konsisten dan Fokus adalah kunci keberhasilan dari para pelaku bisnis.

Nah itulah beberapa langkah awal untuk memulai terjun di bisnis properti tanpa modal, jangan ragu untuk melalui langkah-langkah tersebut dengan pasti, siapa tahu langkah tersebut awal sukses tanpa modal dari bisnis properti Anda. Karena Anda tidak akan tahu sampai dimana kesuksesan Anda kalo tidak pernah menjalankan langkah-langkah tersebut diatas.

Bagi sobat yang lagi serius belajar bisnis properti saya ada ebook Gratis berupa panduan memulai bisnis properti dari mastah asriman, seorang pebisnis properti yang sangat sukses dan isinya lengkap banget. Silahkan download dibawah :