Sunday, 17 March 2019

Kredit Rumah KPR Syariah, KPR Bank Syariah atau Bank Konvensional, Mana Harus Dipilih?

Tags
Kredit Rumah Menguntungkan KPR Syariah

Kredit Rumah Menguntungkan yang Lagi Trend. Ingin membeli rumah dengan sistem cicilan atau KPR? Mungkin informasi ini berguna sebagai pertimbangan sebelum Anda menentukan secara pasti ingin membeli rumah dengan sistem yang bagaimana dan apa kelebihan dan kekurangannya?

KPR di Indonesia memang lagi populer di masyarakat yang ingin membeli rumah dengan sistem cicilan. Karena terbilang cukup efektif untuk masyarakat menengah kebawah yang tidak bisa membeli rumah secara cash. Dengan sistem pembelian lewat KPR seseorang bisa memiliki rumah dengan cara mencicil tiap bulan dengan tenor waktu bisa mencapai 5 tahun s/d 20 tahun.

Masyarakat dengan taraf ekonomi menengah kebawah lebih memilih membeli rumah dengan cara KPR karena dirasa lebih ringan, pertimbangannya adalah dengan cara KPR kita hanya membayar cicilan bulanan dengan jumlah sekitar 800 ribuan sampai 2 jutaan dan rumah sudah bisa kita tinggali.
Pertimbangan lain adalah jumlah cicilan 800 ribuan s/d 2 jutaan saat ini untuk lima tahun kedepan kemungkinan besarnya nilai nominalnya lebih ringan seiringan dengan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

Trend KPR yang lagi berkembang pesat dimasyarakat saat ini adalah KPR Syariah dan kemungkinan pengaruh besar terhadap perkembangan KPR Syariah itu sendiri karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sedangkan KPR Syariah sendiri menjanjikan bahwa sistem yang berjalan didalamnya jauh dari unsur riba.

Saat ini banyak developer yang sedang mengembangkan bisnis propertinya dengan sistem KPR Syariah.

Lantas apa perbedaannya dengan KPR yang selama ini sudah berjalan dan populer di masyarakat?

Nah untuk kesempatan kali ini blog Belajar Bisnis Online ingin mengulas informasi seputar dunia properti syariah tanpa bank yang saat ini mulai menjadi trend di kalangan masyarakat kita yaitu KPR Syariah.

Perbedaan KPR Syariah, Bank Konvensional dan KPR Bank Syariah


Ada beberapa perbedaan mengenai ketiga sistem KPR diatas, berikut ini adalah 7 perbedaan antara KPR Properti Syariah, KPR Bank Syariah dan KPR Konvensional

1. Pihak yang Bertransaksi


Perbedaan ketiga sistem KPR tersebut perlu dipelajari dengan teliti sebelum kamu membeli rumah dengan menggunakan sistem KPR.

KPR Syariah: Ada 2 pihak yaitu Pembeli dan Developer
Bank Syariah: Ada 3 pihak yaitu Pembeli, Bank dan Developer
Bank Konvensional: Ada 3 pihak yaitu Pembeli, Bank, dan Developer

Untuk itu perlu dicermati apakah KPR bank baik itu syariah atau konvensional terjadi transaksi jual beli atau hanya pendanaan dari bank. Jika memang ada transaksi jual beli maka menurut syariat Islam hukumnya diperbolehkan dan tapi jika hanya pendanaan bank semata maka tidak didperbolehkan.

2. Barang Jaminan


KPR Syariah: Rumah yang di kreditkan tidak dijadikan jaminan
Bank Syariah: Rumah yang dikreditkan dijadikan jaminan oleh bank
Bank Konvensional: Rumah yang dikreditkan dijadikan jaminan oleh bank


Beberapa ulama ada yang mengatakan mengenai apakah barang yang diperjualbelikan boleh dijadikan jaminan atau tidak. Dalam hal ini, KPR Syariah mengambil pendapat bahwa rumah yang sedang diperjualbelikan/kredit tidak boleh atau dilarang dijadikan jaminan.

3. Sistem Denda


KPR Syariah: Tidak ada denda
Bank Syariah: Ada denda
Bank Konvensional: Ada denda

Dalam KPR Syariah tidak boleh ada denda jika ada keterlambatan cicilan karena didalamnya termasuk ada unsur riba. Dalam jual beli kredit maka sejatinya itu adalah hutang piutang. Jadi apabila harga sudah di akadkan sejatinya tidak boleh ada kelebihan sedikitpun baik itu dinamakan denda, administrasi atau bahkan infaq sekalipun. Karena itu adalah termasuk mengambil manfaat dari hutang piutang yaitu riba.


4. Sistem Sita


KPR Syariah: Tidak ada sita
Bank Syariah: Tidak ada sita
Bank Konvensional: Ada sita

Dalam KPR Syariah tidak diperbolehkan melakukan penyitaan apabila ada pembeli yang dianggap tidak sanggup melakukan cicilan lagi. Karena rumah tersebut sudah sepenuhnya milik pembeli walaupun masih dalam posisi kredit. Dan pihak pengembang akan memberikan solusi dengan menawarkan pembeli untuk menjual rumahnya baik lewat pembeli atau lewat bantuan pengembang.

Dan perhitungannya apabila sisa hutang masih 100 juta kemudian rumah terjual 300 juta. Maka pembeli hanya akan membayar sisa hutang 100 juta dan sisanya 200 juta adalah hak pembeli.

5. Sistem Penalty


KPR Syariah: Tidak ada penalty
Bank Syariah: Tidak ada penalty
Bank Konvensional: Ada penalty

Misal apabila ada seorang pembeli yang ingin mempercepat pelunasan dari tenor waktu 10 tahun dan kemudian di tahun 8 sudah dilakukan pelunasan maka tidak ada penalty yang terjadi dalam KPR Syariah karena itu adalah riba. Bahkan di KPR Syariah ada sistem diskon yang nilainya dikeluarkan saat pelunasan terjadi dan ini jelas menguntungkan untuk pembeli.

6. Sistem Asuransi


KPR Syariah: Tidak ada asuransi
Bank Syariah: Ada asuransi
Bank Konvensional: Ada asuransi

Dalam KPR Syariah tidak memakai asuransi apapun karena asuransi dalam syariat Islam hukumnya tidak boleh karena didalamnya ada beberapa unsur riba, ghoror, maysir dan lain-lain.


7. Sistem BI Checking atau Bankable


KPR Syariah: Tidak ada BI Checking/Bankable
Bank Syariah: Ada BI Checking/Bankable
Bank Konvensional: Ada BI Checking/Bankable

Dalam KPR Syariah tidak ada BI Checking/Bankable yang kegunaannya adalah memberikan kemudahan bagi calon pembeli yang kesulitan jika melalui sistem BI Checking/Bankable seperti:

a. Karyawan Kontrak
Pada umumnya syarat untuk lolos BI Checking/Bankable adalah mereka para karyawan tetap. Jadi untuk karyawan yang masih dalam hubungan kontrak tentu akan sangat kesulitan apabila mau membeli rumah lewat bank.

b. Pengusaha/Pedagang Kecil
Ada juga syarat lain yang bisa meloloskan calon buyer dari BI Checking/Bankable yaitu pengusaha yang memiliki izin usaha dan laporan keuangan. Jadi untuk mereka yang berprofesi sebagai pedagang kecil seperti tukang bakso, gorengan atau sejenisnya tentu juga akan kesulitan membeli rumah lewat bank.

c. Usia Lanjut
Calon pembeli yang sudah usia lanjut diatas 50 tahun maka tidak akan bisa membeli rumah lewat bank karena ada batasan usia produktif jika membeli lewat bank.

OK itulah beberapa perbedaan properti syariah dengan KPR Bank (Bank Syariah atau Konvensional). Semoga informasi diatas bisa memberikan solusi yang tepat kepada pengunjung blog Belajar Bisnis Online yang ingin membeli rumah dengan cara kredit.

Silahkan Anda bisa memilih cara kredit rumah paling menguntungkan yang menurut Anda nyaman, aman dan tentunya lebih menguntungkan, semua itu adalah pilihan masing-masing orang dan hak pribadi mereka, kalo Anda nyaman dan tenang dengan sistem dari KPR Syariah itu lebih bagus apalagi bagi kalian kaum muslim tentu sangat dianjurkan.

Untuk informasi lanjut tentang kredit rumah dengan KPR Syariah kami ada informasi bagus beberapa tempat tinggal yang tentunya sangat cocok untuk Anda yang ingin mencari rumah dengan linkungan yang asri dan Islami yaitu Kampung Tahfidz Jatiluhur [Lihat], Kampung Qur'an Cianjur [Lihat], Ortensia Mountain View (Cluster Syariah di Bogor) [Lihat], dll. Untuk informasi lebih jelasnya Anda bisa klik link 'Lihat' disebelahnya. Terima kasih

Tuesday, 12 March 2019

Tips Memilih Asuransi Kendaraan yang Tepat

Tags
Tips Memilih Asuransi

Tips Memilih Asuransi Kendaraan yang Tepat. Memiliki kendaraan mewah berarti memiiki beberapa kewajiban yang perlu dilakukan untuk menjaga asset tersebut. Selain perawatan fisik, asuransi juga diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini banyak perusahaan asuransi yang menawrkan produknya untuk member perlindungan terhadap kendaraan. Namun, agar asuransi yang dipilih tepat maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apa saja hal-hal yang diperlukan dalam memiilih asuransi kendaraan tersebut? Simak tips memilih asuransi kendaraan berikut ini:

Meimilih Asuransi Kendaraan yang Tepat


1. Sesuaikan Kebutuhan

Hal utama yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih asuransi adalah memahami kebutuhan. Calon pemegang polis perlu mengetahui apa saja yang dijamin dan tidak dijamin dalam polis asuransi

Untuk jenis asuransi All-Risk, perusahaan asuransi akan menjamin mobil ketika mengalami kecelakaan besar maupun kecil. Selain itu, asuransi tersebut juga melindungi mobil dari resiko pencurian atau tindak kejahatan.

Berbeda dengan jenis asuransi Total Loss Only (TLO). Asuransi TLO hanya menjamin ketika kendaraan hilang atau mengalami kerusakan diatas 75%. Dari dua jenis asuransi tersebut calon pemegang polis dapat memilih sesuai kebutuhan tapi tentunya biaya yang dikeluarkan juga berbeda.

2. Kredibilitas Perusahaan

Kredibilitas juga termasuk salah satu hal terpenting untuk diperhatikan dalam memilih asuransi kendaraan. Lakukan survey untuk memastikan reputasi perusahaan penyedia asuransi yang dipilih dan dapatkan informasi dari pemegang polis lain yang sudah bergabung di perusahaan terseut. Pastikan perusahaan asuransi yang dipilih memberikan kemudahan dalam pengurusans klaim.

3. Premi

Fungsi dari premi asuransi umumnya adalah untuk mengembalikan keadaan pihak tertanggung jika terjadi sesuatu hal yang diluar dugaan kita sebagai manusia, misalnya perusahaan mengalami pailit atau kebangkrutan, sehingga nantinya jika benar-benar mengalami kerugian bisa mengembalikan kondisi keuangan pihak tertanggung seperti sebelum terjadinya kerugian. Besar-kecilnya premi yang dibayarkan oleh nasabah biasanya sudah ditetapkan pada awal perjanjian, dan bisa ditentukan sendiri oleh nasabah sesuai dengan kemampuannya. Nasabah juga bisa menentukan besarnya uang pertanggungan.


Dan tentunya semakin besar uang pertanggungan yang akan diperoleh secara otomatis biaya asuransi juga semakin bertambah. Sehingga, semakin besar uang pertanggungan akan memperkecil manfaat tambahan yang didapat. Selain itu, besarnya premi asuransi yang dibayarkan setiap bulannya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Jadi perlu dipertimbangkan juga premi yang ditawarkan, bandingkan dengan premi dari perusahaan lain dan pilih premi yang wajar dan sesuai kemampuan.

4. Bengkel Rekanan

Tidak boleh ketinggalan juga, calon pembeli produk asuransi perlu mengetahui lokasi dan kualitas bengkel rekanan. Usahakan perusahaan asuransi yang dipilih memiliki banyak bengkel rekanan yang lokasinya tidak jauh. Selain itu, kualitas bengkel juga perlu untuk menjadi pertimbangan. Pastikan kendaraan yang diasuransikan mendapat penanganan dan perawatan yang baik dari bengkel rekanan.

Tips Memilih Asuransi Kendaraan

Saat akan melakukan klaim perbaikan mobil di perusahaan asuransi, Anda bisa memilih bengkel rekanan asuransi yang akan dipakai untuk memperbaiki kendaraan.

Biasanya perusahaan asuransi yang bagus memiliki daftar berbagai bengkel rekanan untuk melakukan servis kendaraan. Adapun bengkel rekanan bisa merupakan bengkel resmi dari perusahaan atau bengkel umum yang sudah dipercaya oleh perusahaan asuransi.

Dan pada umumnya bengkel rekanan adalah bengkel yang sudah disurvey secara langsung oleh pihak asuransi dan bengkel tersebut biasanya juga sudah tersertifikasi oleh pihak asuransi. Pelanggan bisa memilih bengkel rekanan mana yang cocok untuk servis kendaraan Anda.

Misalkan sobat memilih bengkel rekanan A untuk memperbaiki kendaraan karena dekat dengan tempat pekerjaan atau dekat dengan rumah sehingga sobat bisa melakukan kontrol pada proses pengerjaan.

Atau bisa juga memilih bengkel rekanan B karena direkomendasikan teman yang sudah pernah melakukan klaim perbaikan kendaraan di sana. Memang ada baiknya juga sebelum sobat memutuskan untuk memilih bengkel rekanan, sobat mesti melihat secara langsung fasilitas dan proses pengerjaan dari bengkel rekanan tersebut.

Bengkel dengan fasilitas lengkap dan banyak memperbaiki mobil bisa jadi indikasi kualitas pengerjaan yang baik. Namun, lihat juga antrean yang masuk, karena ini juga bisa menyebabkan proses perbaikan kendaraan menjadi lebih lama.

5. Fasilitas dan Keunggulan

Selanjutnya, cari tahu semua fasilitas dan keunggulan dari perusahaan asuransi tersebut. Perusahaan dengan reputasi yang baik akan memberikann fasilitasn yang berkualitas, seperti mobil derek, mobil ambulan dan montir.

Itu beberapa tips memilih asuransi kendaraan, dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas, diharapkan asuransi yang dipilih dapat memenuhi kebutuhan dalam perlindungan kendaraan sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan pemilik kendaraan tidak akan mengalami kerugian yang besar.